Ringkasan Kepesertaan
Gambaran umum kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan — Periode Januari s.d. Desember 2025
Tren Total Tenaga Kerja Aktif
Januari – Desember 2025
Komposisi Kepesertaan
Per Desember 2025
Penerima Upah (PU)
Bukan PU (BPU)
Jasa Konstruksi
Pertumbuhan Kepesertaan per Segmen
Indeks 100 = Januari 2025
Top 10 Provinsi – Total TK
Desember 2025
Rekap Bulanan – Semua Indikator
Tren Kepesertaan Bulanan
Dinamika kepesertaan PU, BPU, dan Jakon — Januari s.d. Desember 2025
Penerima Upah (PU) Aktif
Tenaga Kerja Aktif per bulan
BPU & Jasa Konstruksi
PU Aktif – Jenis Kelamin
Laki-laki vs Perempuan
Perkembangan Jumlah Perusahaan Peserta
Tren Jumlah TK per Provinsi
Pilih satu provinsi untuk melihat perkembangan TK bulanannya
Data per Provinsi
Kepesertaan dan klaim seluruh provinsi
Tabel Data Per Provinsi
Desember 2025
Klaim & Nilai Manfaat
Rekapitulasi klaim kumulatif per segmen dan provinsi — Januari s.d. Desember 2025
Klaim Kumulatif per Segmen
Komposisi Klaim
Kumulatif Desember 2025
PU
BPU
Jakon
Nilai Manfaat Kumulatif (Miliar Rupiah)
Top 10 Provinsi – Klaim Terbanyak
Desember 2025
Rekap Klaim Bulanan
Analisis Mendalam
Coverage rate, gap analysis, konsentrasi wilayah, dan anomali kepesertaan 2025
Anomali: BPU Tumbuh +43,2% dalam 12 Bulan
Peserta Bukan Penerima Upah (BPU) melonjak dari 9.909.438 (Januari) menjadi 14.195.182 (Desember) — penambahan 4.285.744 peserta dalam satu tahun. Ini jauh melampaui pertumbuhan PU (+1,9%) dan Jakon (+20,2%). Lonjakan terbesar terjadi pada Agustus–Desember, mengindikasikan kemungkinan program perluasan kepesertaan pekerja informal atau mandiri.
Gap Analysis — PU Aktif vs Nonaktif
Sinyal potensi pergerakan kepesertaan per bulan
⚠️ PU Nonaktif = peserta terdaftar namun tidak aktif membayar iuran. Kenaikan nonaktif dapat mengindikasikan PHK, pemutusan hubungan kerja, atau transisi ke sektor informal.
Pertumbuhan vs Ukuran — Semua Provinsi
Sumbu X = Total TK Desember 2025 · Sumbu Y = Pertumbuhan TK Jan→Des (%)
↗ Besar & Tumbuh
Prioritas pertahankan
↗ Kecil & Tumbuh Cepat
Potensi tinggi
↘ Besar & Stagnan
Perlu perhatian
↘ Kecil & Turun
Intervensi mendesak
Garis referensi rata-rata nasional: pertumbuhan TK = +14,0% · median ukuran provinsi = sekitar 650.000 TK
Produktivitas Nilai Manfaat per Klaim — Per Provinsi
Rata-rata nilai manfaat yang diterima per klaim (Rp) vs rata-rata nasional
Garis putus-putus = rata-rata nasional
Nilai manfaat per klaim yang tinggi dapat mencerminkan klaim program JHT/JP yang lebih besar, atau dominasi peserta PU formal di provinsi tersebut.
Claim Rate per Provinsi
Jumlah klaim ÷ total TK aktif × 100 (Desember 2025, kumulatif)
Garis putus-putus = rata-rata nasional
Claim rate tinggi dapat mengindikasikan tingginya kejadian risiko kerja, atau populasi peserta yang lebih matang/senior di provinsi tersebut.
Konsentrasi Kepesertaan — 5 Provinsi Teratas
Desember 2025
Tingkat Kepesertaan vs Indikator BPS
Coverage rate berdasarkan data BPS Sakernas Agustus 2025
Sumber BPS: Sakernas Agustus 2025 (rilis 5 November 2025) — Angkatan Kerja: 154,00 juta · Penduduk Bekerja: 146,54 juta · Pekerja Formal: 61,85 juta (42,20% dari penduduk bekerja).
Catatan metodologi: Kolom "PU Aktif vs Pekerja Formal BPS" menggunakan PU Aktif (27.406.731) — bukan total TK — karena segmen PU mencakup pekerja dengan hubungan kerja formal, setara dengan definisi Pekerja Formal BPS. Segmen BPU dan Jakon merupakan pekerja informal/mandiri yang tidak termasuk kategori Pekerja Formal BPS.
Breakdown Perusahaan Peserta per Skala Usaha
Usaha Besar, Menengah, Kecil, dan Mikro — Januari s.d. Desember 2025
Komposisi Skala Usaha
Jumlah perusahaan aktif terdaftar per skala usaha, posisi Desember 2025
Top 10 Provinsi — Dominasi Usaha Mikro
% usaha mikro dari total perusahaan peserta, Des 2025
Detail Klaim per Program
Breakdown kepesertaan dan klaim per program JKK, JKM, JHT, JP, dan JKP
Tren per Segmen — Pilih Program
Peserta aktif dan klaim per segmen PU / BPU / Jakon
Penerima Upah (PU)
Bukan Penerima Upah (BPU)
Jasa Konstruksi (Jakon)
Perbandingan Segmen — Klaim Kumulatif
Ringkasan per Program — Desember 2025 (Kumulatif)
Tren Peserta Aktif per Program
Januari – Desember 2025
Tren Klaim Kumulatif per Program
Komposisi Klaim Desember 2025
Berdasarkan jumlah kasus kumulatif
Nilai Manfaat Kumulatif per Program (Miliar Rp)
JHT mendominasi nilai manfaat yang dibayarkan
Rata-rata Nilai Manfaat per Kasus — per Program
Total nilai kumulatif ÷ total kasus kumulatif, Desember 2025
Glosarium
Penjelasan singkatan dan istilah dalam dashboard ini
Segmen Kepesertaan
Kategori peserta BPJS Ketenagakerjaan berdasarkan hubungan kerja
PU
Penerima Upah
Pekerja yang bekerja pada pemberi kerja (perusahaan/instansi) dengan menerima upah atau gaji tetap. Termasuk karyawan swasta, pegawai BUMN, dan pekerja formal lainnya.
Peserta aktif Des 2025: 27.406.731
BPU
Bukan Penerima Upah
Pekerja mandiri atau wirausaha yang tidak memiliki hubungan kerja dengan pemberi kerja. Termasuk pedagang, ojek online, petani, nelayan, dan pekerja informal lainnya.
Peserta aktif Des 2025: 14.195.182
Jakon
Jasa Konstruksi
Pekerja pada proyek konstruksi yang didaftarkan oleh penyelenggara proyek. Kepesertaan bersifat per-proyek, bukan berkelanjutan seperti PU.
Peserta aktif Des 2025: 7.047.512
Program BPJS Ketenagakerjaan
Lima program perlindungan sosial ketenagakerjaan
JKK
Jaminan Kecelakaan Kerja
Memberikan perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan kerja, termasuk kecelakaan saat perjalanan dari/ke tempat kerja dan penyakit akibat kerja (PAK).
Peserta: PU + BPU + Jasa Konstruksi
JKM
Jaminan Kematian
Memberikan manfaat uang tunai kepada ahli waris apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja. Santunan diberikan kepada ahli waris yang sah.
Peserta: PU + BPU + Jasa Konstruksi
JHT
Jaminan Hari Tua
Program tabungan wajib untuk mempersiapkan kebutuhan di hari tua. Manfaat berupa akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya, dapat dicairkan saat pensiun, meninggal, atau cacat total.
Peserta: PU + BPU (tidak termasuk Jakon)
JP
Jaminan Pensiun
Memberikan penghasilan bulanan (manfaat pasti) saat peserta memasuki usia pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Berbeda dengan JHT yang bersifat tabungan.
Peserta: Penerima Upah (PU) saja
JKP
Jaminan Kehilangan Pekerjaan
Program terbaru (berlaku 2022) yang memberikan manfaat uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja bagi pekerja yang mengalami PHK. Bertujuan mempertahankan derajat kehidupan selama mencari kerja baru.
Peserta: PU Formal (hubungan kerja)
Istilah Statistik & Metodologi
Penjelasan metrik dan cara perhitungan dalam dashboard
Coverage Rate
Tingkat Kepesertaan
Persentase pekerja yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dibandingkan total angkatan kerja atau penduduk bekerja menurut BPS. Mengukur seberapa luas perlindungan sosial menjangkau pekerja Indonesia.
Claim Rate
Rasio Klaim terhadap Peserta
Jumlah klaim kumulatif dibagi total tenaga kerja aktif, dinyatakan dalam persen. Mengindikasikan tingkat penggunaan manfaat di suatu wilayah. Claim rate tinggi dapat mencerminkan risiko kerja yang lebih besar atau populasi peserta yang lebih senior.
Gap Analysis
Analisis Kesenjangan
Perbandingan antara peserta PU Aktif dan PU Nonaktif per bulan. Kenaikan signifikan pada PU Nonaktif dapat mengindikasikan adanya PHK massal, pemutusan kontrak, atau transisi ke sektor informal.
Kumulatif
Akumulasi Sejak Awal Tahun
Data klaim yang bersifat kumulatif berarti angka Desember 2025 sudah mencakup seluruh klaim dari Januari hingga Desember 2025 — bukan hanya klaim bulan Desember saja.
Sakernas
Survei Angkatan Kerja Nasional
Survei rutin BPS yang dilaksanakan setiap Agustus (dan November) untuk mengukur kondisi ketenagakerjaan nasional, termasuk angkatan kerja, penduduk bekerja, pengangguran, dan struktur pekerja formal-informal.
PAK
Penyakit Akibat Kerja
Penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan atau lingkungan kerja, dilindungi dalam program JKK. Contoh: gangguan pendengaran akibat kebisingan, penyakit paru akibat debu industri, dan sebagainya.